Showing posts with label guru. Show all posts
Showing posts with label guru. Show all posts

Thursday, July 21, 2011

terobosan seni budaya: kurang guru dan sarana

selamat datang siswa baru kelas 10 di SMA N 1 Dumai

dalam 3 bulan ini adalah ujicoba model pembelajaran seni budaya dikarenakan kekurangan guru seni budaya yang seharusnya ada 4 empat guru ditiap kelas yaitu guru seni musik, seni tari, seni teater dan seni rupa. namun yang ada cuma 1 yaitu guru seni musik. ditambah pula tidak ada sarana seni musik satu pun seperti instrumen combo band, audio dan instrumen musik lainnnya.

maka saya mencoba membuat terobosan sederhana namun relativ memberatkan siswa.

terobosan itu adalah:

  1. siswa dibagi beberapa kelompok sesuai minat dan bakat. terpilih diantaranya: siswa berminat dan berbakat seni musik, seni tari, seni teater dan seni rupa. namun ada juga siswa yang tidak berminat sama sekali; saya kategorikan dalam bidang manajemen pertunjukan
  2. masing masing kelompok diberi tugas membuat program mingguan dan program 3 bulan atau mid semester. program mingguan adalah program pertunjukan / pameran sederhana dan menarik sedangkan program 3 bulan adalah program real pertunjukan - lengkap dengan audio, properti, dan costum.
  3. tema: nasionalis, edukasi, tidak bersifat 17+
  4. penjabaran tugas untuk kelompok seni musik: menggunakan instrumen musik combo band, vocal grup, lagu: nasional dan pilihan bebas. tiap selesai pembelajaran membawakan satu lagu
  5. penjabaran tugas untuk kelompok seni tari: tari kelompok, tari berpasangan, tari tunggal. menarikan tari daerah, tari modern dan kreasi
  6. penjabaran tugas untuk kelompok seni teater: vokal yang jelas, menguasai akting, pembacaan puisi yang menarik, menguasai bagian perbagian dan menguasai skenario
  7. penjabaran seni rupa: menggambar, melukis/ membuat keterampilan di dalam kelas dan di rumah, membuat grafiti dan menjelaskan bahan yang digunakan. menggambar dalam mempromosikan pariwisata kota dumai / riau. menggambar dan mempromosikan pon 12 di riau.
  8. penjabaran manajemen pertunjukan: mencari literatur/bacaan tentang pengertian - sejarah singkat - tokoh - panggung - lighting(lampu) - biaya manajemen pertunjukan. dan membandingkan manajemen pertunjukan indonesia dengan manajemen pertunjukan luar negeri.

setiap kelompok yang tampil memberikan presentasi karyanya dan menjelaskan pesan apa yang akan disampaikan.

semoga sukses program 3 bulan ini, jika gagal program ini kembali ke program semula yaitu bermain musik untuk seluruh siswa dengan instrumen pianika - recorder/seruling dan gitar akustik.



Thursday, March 3, 2011

2 pilihan untuk institusiku

aku bicara soal peraturan sekolahku yang sudah lama terabaikan. mengapa aku tertarik membicarakan peraturan? karena jantung sekolah itu terletak dari komitmen dan konsekwensi menjalankan peraturan.

membicarakan peraturan berarti juga membicarakan pengatur. menurut kamus besar bahasa indonesia (KBBI), peraturan adalah tataan (petunjuk, kaidah, ketentuan) yg dibuat untuk mengatur. sementara pengatur adalah orang (badan dsb) yg mengatur; alat untuk mengatur.

dalam sekolahku yang pengatur tentu guru dan tenaga kependidikan. sementara itu yang diatur adalah siswa kemudian yang diikat dalam buku kum (kredit) jika pada point tertentu terpenuhi maka siswa dengan kebijakan kepala sekolah siswa dikeluarkan. di sekolahku poin kum max 30. pertanyaannya bagaimana nasib peraturan dan bagaimana dengan jumlah 30?

apa yang ku lihat dan ku alami adalah sebagian peraturan secara sepakat dalam bentuk tak tertulis sudah diabaikan seperti membawa hp kamera atau hp memori, ikat pinggang, baju kaos oblong warna putih, baju dikeluarkan, sepatu warna hitam kain, mojok atau berpacaran di sekolah.

(antara M.H dan F di atas tangga tgl 2 maret, jam 3 sore)

ada lagi uniknya pada saat kum siswa sudah mencapai 30 atau bahkan lebih, wali kelas mewanti-wanti untuk minta dihapus sebagian point dibuku kum nya. dengan alasan siswa tersebut bersikap baik. apakah menjadi ukuran maaf bagi siswa model itu? atau dalam menegakkan peraturan mengenal istilah maaf? kalau begitu buat aja kesalahan terus minta maaf, buat lagi minta maaf lagi. bagaimana?

menurutku jika peraturan sudah diabaikan itu artinya pemerkosaan institusi, mengkuliti tubuh institusi, kehilangan wibawa institusi, mati surinya institusi, cantik diluar hancur di dalam.

jika institusi mengabaikan peraturan atau sekolah anda terjadi seperti itu ada baiknya menyadarkan kepala sekolah untuk berbuat tegas. bayangkan jika sekolah itu kapal. melihat penumpangnya sembrono dan tidak mengikuti peraturan di kapal... jelas akibatnya kapal itu tenggelam. kematian yang dialami. itu artinya sesungguhnya sekolahku saat itu dalam kematian.

ada 2 pilihan untuk sekolahku:
  1. jadikan sekolah bebas sehingga output yang diharapkan konsep berpikirnya saja
  2. jadikan sekolah tertib seperti disiplinnya militer (bukan prilaku militernya tapi metode disiplinnya)
mari buka mata, mari buka telinga, mari buka hati demi bangsa Indonesia yang lebih baik. bravo ketegasan dan kebenaran!