Monday, May 23, 2011
Wednesday, May 18, 2011
Pejabat terbaik Indonesia
Bang Ali dan Jokowi
bang ali adalah gubernur terpuji saat negeri ini dipimpin Soekarno, sedangkan Jokowi (Joko Widodo) adalah Wali kota kekinian yang patut ditiru pengabdiannya pada negeri.
Aku sangat beruntung saat menonton Mata Najwa Metro TV yang kelar jam 11 malam, hari rabu 18 mei. Karena setidaknya memberi inspirasi bagiku memimpin suatu institusi nanti, institusi bersih, institusi yang punya pamong bertenaga, institusi tanpa suap, institusi tanpa upeti, institusi disayangi masyarakat, institusi yang punya sistem teknologi tanpa menunggu lama, institusi berkualitas.
Aku mengira bahwa di negeri ini benalu terlalu subur semua sehingga aku mengira tak ada kayu yang kokoh dimakan benalu. Ternyata zaman sekarang ada pemimpin yang kokoh tak bisa dikalahkan benalu.
Joko Widodo punya mobil yang sudah mogok empat kali, kemudian diperbaiki dan dipakai lagi
Joko Widodo menolak suap, upeti.
Joko Widodo membela pedagang kecil, pasar tradisional, Pedagang kaki lima, sehingga di Surakarta ada dua mol.
Joko Widodo sering berada di lapangan ketimbang di kantor, paling lama di kantor sekitar 1 jam.
Joko Widodo membawa palu mengecek kualitas proyek atau bangunan.
Joko Widodo tak mengeluarkan modal untuk menjadi wali kota.
Joko Widodo memberikan seluruh gajinya pada yang berhak menerima. (karena dia pengusaha)
Joko Widodo memecat Pamongnya yang tidak mau ikut sistem yang dibuatnya.(tegas)
Joko Widodo tidak menerima jabatan politik yang lebih lagi saat pensiun jadi walikota (kembali ke tukang kayu usahanya dulu)
Wanted Bang Ali dan Jokowi!! untuk negeri!
Download Raport Kelas dari Tini Kuslaeni
bekerja di ms office 2007 didownload dari tinikuslaeni.wordpress.com aslinya untuk SLTP sekarang zulen edit untuk kelas X SMA.
semoga bermanfaat. klik di sini untuk Download
Download Raport Kelas dari Tini Kuslaeni
bekerja di ms office 2007 didownload dari tinikuslaeni.wordpress.com aslinya untuk SLTP sekarang zulen edit untuk kelas X SMA.
semoga bermanfaat. klik di sini untuk Download
Tuesday, May 10, 2011
Budaya Memperkenalkan Pekerja Baru
Budaya memperkenalkan
aku alami perbedaan tempat kerja swasta dan pemerintah soal budaya memperkenalkan pekerja baru.
Di radio Dumai : Pimpinan menyediakan waktu khusus untuk memperkenalkan aku pada rekan kerja alias yang sudah senior dari ku.
Di Sekolah Swasta Ternama Pekanbaru : Terimakasih sudah bergabung dengan kami, honor awal anda Rp. 800.000 (th 2005) bagaimana? Jika ok saudara bagian dari kami. Ini wakil sekolah kita namanya... ini guru... namanya.... sampai perkenalan kantin.
Di Bank Ternama : pagi – pagi setengah jam baru berada di kantor setelah di terima, seluruh karyawan dikumpulkan kemudian karyawan baru disediakan waktu untuk memperkenalkan diri dan diikuti oleh senior..
aku pikir jika 2 tempat kerjaku dibuat seperti itu, aku yakin pekerja baru tidak merasa minder, tidak merasa terasingkan. Sesama pekerja menjadi tim yang kuat. Akhirnya ide kreatif dari bawah bermunculan dan institusi makin maju.
Sunday, May 8, 2011
Pertolongan Tuhan
Penolong itu selalu datang
aku dan keluarga kecilku mau ke kota dari Bukit Timah – Bukit datuk – kota Dumai. Itu lah rute yang kami jalani.
Akibat kelalaianku, di kompleks perumahan Bukit datuk sepeda motorku mogok. Huh... hari minggu yang kurang beruntung. Hemh... 8 mei yang tak bertuah. Keluarga kecilku ku tempatkan di pohon rindang, dan syukur sepeda motor ku yang kehabisan bahan bakar masih dapat bergerak menuju beberapa ratus meter – sampai di perempat Swalayan.
Aku menelpon anggotaku, tapi sampai 3 kali menelepon tak diangkat. Ku telpon temanku yang ada di kota Dumai, tak juga diangkat. Lalu.. aku duduk santai.. sambil memikirkan apa yang harus dibuat.
Tiba-tiba lewat anggota, ku lambaikan tangan setelah dia menyapa.
“tolong belikan bapak minyak sebotol”. Ya pak..
dalam hatiku.. segala puji bagi tuhanku...
tak lama sekitar 5 menit anggota itu kembali. Memberikan minyak sebotol dan sisa uang.
Sisa uangnya kamu ambil saja Edi.. tapi Edi menolak. Aku bilang ambil saja tanda terima kasih bapak.
Setidaknya tuhan mengingatkan kepada aku dan kita semua tolong menolong sesama menghasilkan buah disuatu saat. Mungkin ini balasan langsung dari tuhan saat aku menolong ibu paruh baya pulang dari Masjid Almuhajirin berjalan kaki, lalu kuantar ke rumah majikannya, tantangan yang kualami pada hari jumat 6 mei itu adalah si ibu tak ingat dimana tempat tinggalnya. Ada 10 menit kami sesat untuk mencari rumahnya sendiri. Kata orang-orang, kalau belum biasa di perumahan Bukit datuk, biasa sesat.
Terimakasih Tuhan melalui Edi.
Saturday, May 7, 2011
Pujian pada Tuhanku
Pujian pada Tuhan
hari ini aku masuk lebih cepat tepatnya jam 6.50 pagi dari jadwal masuk jam 7.15 yang ada di sekolah ini rekan kerja bernama R.t.n. ya... di hari ketiga PNS datangku ke tempat kerja lebih cepat dari sebulan yang lalu. Semoga ini pertanda baik dan pujian terhadap Tuhan yang maha memberi rezeki manusia, yang maha mencipta dan maha mengasihi.
Pertanda baik ini sudah kulakukan sejak hari kedua, pagi jam 7 aku masuk ke ruang pengawasanku, aku lihat ruang sudah bersih, anggota sudah keluar dari ruang saat program jumat tanpa ada paksaan yang lebih keras – tak seperti waktu lalu.
Pengambilan Sumpah PNS Dumai Mei 2011
antara jam 5 pagi dan jam 7 pagi di 5 mei
sulit tidur akibat "gangguan kecil" adalah menjadi hampir kebiasaanku. kemudian aku tidur sekitar 2 jam bangun kemudian sekitar jam 5 sudah ada di bundaran Jaya Mukti mengantar istriku pergi kerja.
kemudian aku mencari sarapan di jl. baru sebuah tempat kesukaanku karena nenek yang sudah tak cantik lagi itu punya selera tinggi atas karya besarnya membuat lontong. kuahnya uess sedap, ketupatnya padat... pantas saja dari kedai menumpang di tepan toko orang kini sudah ada dalam toko. suatu kemajuan pesat. bravo ya nek...
lama aku menunggu sampai jam setengah 7 sudah bosan, kubawa motor roda 2 itu ke pengisian minyak di jl. sudirman.
selesai sudah mengisi minyak motor tahun 2005 itu lalu pelan-pelan sampailah ke pendopo tempat penerimaan sk 100%, tempat membaca sumpah. waktu itu sekitar jam 6.50. ternyata teman LPJ ku ada sekitar 10 orang sudah hadir.
saatnya jam 7 lewat akhirnya gedung baru dibuka oleh petugas. setelah dibuka aku kira sudah bisa masuk rupanya dikunci dulu untuk persiapan, kalau tak salah sekitar setengah jam baru selesai.
kami yang di luar dipersilakan masuk. lah.... tak ada kursi untuk duduk, mau tak mau berdiri. satu moment dan satu tempat untuk melatih kaki menahan badan untuk membiasakan kuat dan kuat. kuat tak ya...
gladi resik di mulai:
1. siap grak.. kata salah satu panitia
2. golongan 1 dan 2 sebelah kanan saya, golongan 3 sebelah kiri saya.
3. agama selain non muslim paling kanan saya.
berpencarlah semua orang yang dimaksud.
kata panitia berikutnya: a,b,c,d silahkan ke depan... rupanya nantinya mereka menjadi perwakilan menyaksikan wali kota menanda tangani pengambilan sumpah jabatan PNS.
kemudian salah satu panitia berkata: siapa yang dari guru kesenian dipersilakan memimpin lagu Indonesia...
teman-teman LPJ memandang aku. zulen majulah ke depan...
aku akting berlagak tak dengar dan pura-pura tak tau. dalam hatiku: aku maunya memimpin lagu itu dianggap pekerjaan serius. masa' baru hari itu mau dinyanyikan lagu kebangsaan, hari itu pula dicari orang memimpin lagu kebangsaan.
untuk diketahui memimpin lagu itu, alias dirigen, alias conductor.. adalah satu semester minimal mempelajari di jurusan seni musik di kampus Sekolah tinggi seni Indonsia atau Institut seni Indonesia. belum lagi reportoar Indonesia: tempo, dinamik, style lagu, staccato dalam lagu.. tak remeh temeh doh... lagu kebangsaan Indonesia Raya tu... tapi biarlah demikian sebagian dari saudara-saudara berpikir. suatu saat aku ingin kejayaanku menampilkan lagu kebangsaan di kota Dumai terulang kembali. dengan alat musik tiup, dengan keyboard, dengan alat perkusi dan dengan paduan suara.. hemh... megah lagu kebangsaan ku perdengarkan untuk saudara-saudara..
alhasil datanglah seorang yang tak ku duga dari belakang. ternyata teman ku di SLTA. dia itu seorang yang hobi menyanyi punya mental kuat. ku lihat cara dia memimpin, duh.. duh.. teman banyak diluar kaedah teman.. tapi tanggu jawabku sebagai orang yang pernah kuliah di jurusan seni musik untuk memberi tahu nanti di suatu forum. kalau ada yang memfasilitasi. kasihannya lagi temanku disorai ketika akan memulai lagu bagimu negeri.
setelah selesai gladi resik, kami istirahat sekitar satu jam. kami bercengkrama dengan teman sekamar di hotel dekat pelabuhan kota Dumai, di tempat kami digembleng, ya... reunian gitu loh.. kasiahan teman sekamarku itu, si il.. baru saja sampai dari sumatera utara jam 5 pagi belum abis lelah dari kota duri ke dumai pake motor, apa tak capek tu.. mungkin dalam pikirannya selama dalam perjalanan: kapan ada fasilitas mobil dari pemerintah... cik gu antar 2 kabupaten wak...
saat wali kota datang, kami sudah dalam keadaan siap kembali, yah.. ternyata wakil walikota yang datang. tapi tak mengurangi arti dari hari bersejarah buat kami PNS yang diambil sumpah.
mc beraksi:
akhirnya pada saat sumpah.. waduh.. sumpah berat nian, jika sumpah itu terlaksana aku yakin masyarakat pasti sejahtera, pegawai pasti senang melayani, pejabat PNS pasti merakyat. berat nian sumpah itu...
pada saat wakil wali kota berpidato point yang penting bagiku adalah:
selamat adek-adek, karena profesi PNS adalah penuh persaingan sulit untuk meraih profesi PNS zaman sekarang. adek-adek adalah orang-orang yang terpilih.
disiplin waktu. jangan masuk kerja hanya apel pagi dan apel pulang, selebihnya belanja ke pasar, antar anak... bla..bla..
adek-adek adalah generasi pertama dalam perubahan terbaik PNS di kota Dumai
jangan narkoba, tak ada ampun
tak usah menambah istri (tapi senior ada juga yang nambah istri ya pak.... he..he..)
tak usah seks bebas
gunakan 6 s
1. senyum
2. sapa
3. sopan
4. santun
5...
6..
jangan sok sibuk saat ada tamu untuk dilayani..
yang buat aku salut pada pak wakil wali kota itu adalah vokalnya bulat enak didengar powerfull.
kini saatnya pembagian SK PNS, aku dipanggil di nomor 126 dari 300 lebih PNS , sambil menunggu temanku kami bersenda gurau, si RE.. nama engakau salah ketik atau nilai kalian paling terakhir... banyak kelakar kami untuk teman-teman...
akhirnya niat ku gadaikan SK PNS tiba sudah.. akan ku berangkatkan ke Mekah orang tua kami sebagai cita-cita orang tua kami selama ini. mohon dukungan doa nya teman-teman...
omh.. ya ada yang lupa, tkank ya teman sudah bawa peci.. :)
Tuesday, May 3, 2011
Bangsa Mengeluh menjadi bangsa bersyukur
Syukuri apa adanya..
bukan kah aku, kamu dan dia adalah suka mengeluh..
mengeluh tak dilayani oleh petugas dengan baik,
mengeluh tak dapat gaji tepat waktu,
mengeluh melihat anggota tak bekerja semestinya,
mengeluh karena banyaknya aturan,
mengeluh karena ditegur,
tak sadar bahwa mengeluh itu tanda cengeng...
mengeluh karena lingkungan kotor,
mengeluh karena sesuatu urusan lancar karena dibayar,
mengeluh karena tolong-menolong tak harusnya meminta,
mengeluh yang diteladani berbuat salah,
mengeluh tak imbang antara kewajiban dan wewenang,
lalu sadarkah masih ada yang tak mengeluh...
karena tuhan masih memberi uang seribu di antara pemilik uang miliaran
karena tuhan masih beri nyawa walau diantara tekanan-tekanan hidup.
Untuk itu jadilah bangsa yang bersyukur.... walau bagaimanapun keadaannya...
Ringan 2 mei 2011
Ringan di 2 mei..
ada tiga cerita ringanku saat di tempat kerja.
Saat baru sampai di lingkungan kerja, ku lihat rekan kerja memakai kostum Khusus. Aku bilang terimakasih teman... untuk apa punya media komunikasi! Temanmu salah kostum juga...
saat bel upacara di mulai sekitar 2 menit kemudian aku ke ruangan, sampah menumpuk dekat tong sampah bukan di dalam tong sampah tapi dekat tong sampah di depan pintu di teras. Memalukan! Mau tak mau sebagai pengawas untuk anak-anak, aku bersihkan dengan tanganku karena harus menggunakan waktu secepatnya ditambah pula perangkat kebersihan tak ada yang ada hanya sapu. Geram aku pada petugas piket hari itu.
Aku melihat anak pingsan saat upacara Hardiknas di lingkungan kerja. Aku bawa anak yang punya nama S..t..a.. ini kali kedua aku membawa orang pingsan tapi yang ini paling berat.. aku pikir berat ini 3 kali lebih berat membawa satu sak semen. Namun aku di bantu rekan kerja bernama Y... nar. Sedangkan dibantu saja beratnya 3 kali satu sak semen.
Ini bukan keluhan tapi ada yang unik ku alami di hari memperingati Ki Hadjar Dewantoro. Setidaknya pengalaman dan mengantarkan doa “jasa mu pahlawan pendidikan, tetap kami agungkan, damailah di surga. Amin”.