Monday, May 2, 2011

Hari pendidikan: sudah terdidik kah?

Selamat hari pendidikan! Bagi penggiat-penggiat pendidikan.


Memang harapan masih jauh antara kenyataan dengan hasil yang diperoleh. Antara keinginan merubah nasib bangsa dengan kenyataan pahit sesama. Antara wibawa dan penghargaan, antara tuntutan dan hak yang diperoleh dan antara kejujuran pendidikan dan kebohongan pendidikan. Antara fasilitas dan biaya yang dikeluarkan.


Namun yang paling penting dari semua itu adalah berhasil saja penggiat pendidikan dibidang perubahan mental dari mental pemalas, pecundang, mental suka menerima nilai, mental suka dengan kelulusan 100% menuju mental jujur dan disiplin maka itu lebih dari cukup dari pada membangun gedung untuk pendidikan, dari pada seragam sekolah yang bagus dan dari pada lulus ujian nasional. Sekali lagi yang penting perubahan mental jelek ke mental sang juara.



Apa yang penting dan menjadi catatan hari pendidikan nasional kali ini adalah bayarlah upah tepat waktunya dan bekerjalah dengan tanggung jawab agar bangsa ini menuju bangsa yang bermartabat, hapuskan suap menyuap, upeti, kurangi perasaan kekeluargaan dan munculkan kembali logika sebagai jawaban afala ta'kilun.


Bravo penggiat pendidikan. Hancur dan bermartabatnya bangsa adalah gambaran kerja anda.




Saturday, April 30, 2011

catatan

Catatan tahun baru ku


tahun lalu 2010 hari jumat 30 april, di lapangan eks wali kota dumai aku mendapat jabatan tangan dari seorang eks kepala sekolah tempat ku mengajar. Terasa dihormati karena dari kekurangan beliau, ternyata satu diantara kelebihannya adalah ingat kapan hari milad ku.


Waktu itu gladi resik hari pendidikan nasional di kota dumai yang diadakan tanggal 3 mei. Posisiku sebagai arranger dan conductur lagu nasional: Indonesia Raya, Mengheningkan cipta, Bagimu Negeri, Indonesia Pusaka, Syukur, Garuda Pancasila. Yang kemudian lagu itu ku susun sebagai karya musik dalam bentuk karya tulis, saat ku minta pengesahan kepala dinas pendidikan – beliau menolak dengan alasan itu domainnya dinas pariwisata. Kepala dinas pendidikan adalah bapak Rus..mi..


karya musik itu dikemas dalam formasi ansambel pianika dan keyboard dan paduan suara. Wah.. lumayan megah. Tapi tak semegah acara perpisahan tahun 2006 di gedung pertemuan polresta Dumai yang lengkap dengan combo bandnya. Tapi cukuplah...


kemudian kenangan tak terlupakan adalah anak – anak PMR SMA …. membuatku kejutan diawali akting pura-pura pinsan, keteguran.. dan disugukan dengan kue milad.



Hari ini di awali bangun tidur ku lihat di hand phone ada nomor asing mengucapkan selamat milad. Kemudian di face book ada ucapan dari teman kerja. Orang asing dan teman kerja ini sama-sama mengucapkan pada jam 0.00 di tanggal 30 april 2011. terima kasih friend dan rekan kerja ku.. menyusul dari face book yang jarang berkomunikasi di darat. Memang tak banyak.. tapi cukuplah..



apa yang menjadi renunganku dalam khususnya di dunia kerja ku adalah bahwa antara idealisme yang kuanut kian pudar oleh sistem dan lingkungan ku bekerja.


Sebenarnya aku tipikal disiplin, terikat oleh aturan demi kemajuan, berpikir maju, memiliki inisiatif, mempunyai terobosan dalam kemajuan, tidak neko-neko, tak mau disuap, memelihara wibawa yang diemban, bisa dipercaya oleh atasan dan rekan kerja, mau mempromosikan institusi dan mau bekerja tanpa bayaran demi kemajuan bahkan mau mengeluarkan dana pribadi untuk kemajuan institusi.


Semua itu pudar dan semoga belum berakhir karena beberapa kondisi di tempat ku bekerja bersebrangan dengan idealisme ku. Apa itu?


Suatu hari aku piket kami tutup pagar ternyata banyak yang terlambat termasuk rekan kerjaku, dengan ide rekan kerja ku semua yang di luar pagar membunyikan klakson dengan keras. Aneh yang pertama.


Ada lagi aneh berikutnya: saat ku rajin menangkap hand phone aku di kucilkan karena ternyata yang sering memasukkan ke dalam buku peraturan yang paling banyak aku.


Aneh yang ketiga di tempat kerja ku adalah ada seorang karyawan honorer berbadan gemuk berlagak preman yang tak tau diuntung kalau bicara kasar seperti tukang daging di pasar, bahkan sudah empat kali mempermalukan aku di depan rekan – rekan kerja. uh... seandainya aku masih lajang, tak punya tanggungan akan ku layani permintaannya berkelahi. Tapi aku berpikir masa orang gila di lawan, ya.. aku gila juga donk. Tapi soal kelakuan kasar rekan kerjaku ini telah kulaporkan ke atasanku tanda aku punya organisasi yang ada tempat mengadu.


Keanehan yang kulihat adalah hilangnya wibawa kami sesama rekan kerja, kurang kompak kata atasanku. Kami rekan kerja kurang semangat bekerja, mungkin salah satu alasannya adalah reword terlambat diberikan oleh pemberi upah.


Hanyut dalam keanehan ini aku malas dan menikmati suasana tempat kerja ku. Malas membuat perangkat kerja sampai-sampai namaku terpampang di papan pengumuman sebagai rekan kerja yang belum mengumpulkan perangkat kerja, malas datang kerja, malas menegakkan disiplin, coba pikirkan tak ada s..r yang aku tauladani untuk menegakkan disiplin. Oprah saja bisa terkenal karena didikan disiplin dari ayahnya. Aku pikir hasil dari tempat kerjaku itu adalah didikan kekeluargaan, didikan kasihan, didikan pandai-pandai bukan didikan disiplin dan jujur - Jadilah berhasil. Aduh malu kulanjutkan istilah yang tak enak dibaca ini.


Namun di tahun baru ku ini, aku berharap sistem berjalan dengan benar, jujur, kompak, tepat waktu, reword tak pernah telat, sanksi berjalan, catatan prestasi sesuai apa yang dilakukan sehingga buku DP3 adalah adil, kami rekan kerja menjadi pekerja keras memajukan tempat kerja. Ditambah lagi sistem komputer... baru tempat kerjaku ideal seperti paham yang ku anut: idealisme. Semoga. Amin..


Sunday, April 24, 2011

pengawasan di SMA 3 Dumai

menarik, tertib, terencana, kompak, demokrasi dan wewenang itulah beberapa kata selama mengawas di SMA N 3 Dumai dari tanggal 18 - 21 April 2011 dalam rangka Ujian Nasional tahun 2011.

menarik. karena adanya perbedaan signifikan dari kejadian yang kualami tahun 2007 di SMP ... atas kesalahan siswa dan keganjilan sistem aku menjadi korban untuk tidak mengawas. jadi menarik karena apa yang kualami di Ujian Nasional tahun ini benar-benar kudapatkan suasana ujian.

tertib. karena apa yang ada diperaturan ujian nasional siswa melakukan tata tertib ujian nasional. tidak rusuh, tidak ribut, tidak mencontek, dan nyaman.

terencana. dari tanggal 16 April 2011 sampai Ujian berakhir benar-benar terencana contoh: penyediaan ruang rapat, sound sistem dan snack. sampai pada akhirnya ujian nasional usai ada acara penutupan oleh kepsek, dinas pendidikan, kapolsek, dan pengawas independen. dan ada cendramata yaitu setengah lusin gelas :)

aku berharap suasana ujian seperti ini dengan berharap siswa lulus sesuai kemampuannya.

Saturday, April 16, 2011

menjadi pengawas lagi

Saat aku di kec pinggir kabupaten bengkalis, aku di sms kawan Su.. kata kawan ku, cepatlah ke sekolah waktu itu jam 9 pagi hari jumat 15 april 2011,

Aku jawab ga bisa ke sekolah karena aku ga dianggap penting, aku kan ga ngawas…

Tapi temanku tetap ngotot meminta untuk datang ke sekolah dan aku balas dengan “maaf ga bisa datang karena sedang di pinggir sedang ngurus penempatan kerja my wife.”

Tiba-tiba satu jam kemudian kepsek menelponku “bapak bisa menggantikan bu Yu.. mengawas di SMA .. bisa?” kemudian aku jawab “kalau bapak tugaskan saya mau”

Akhirnya aku boleh ngawas ujian nasional lagi setelah sejak tahun 2008 tak mengawas. Walaupun jadi ban serap J

Monday, April 4, 2011

KKN pagaruyung 2003


Kuliah Kerja Nyata di Pagaruyung


waktu itu kalau tak salah bulan Juli tahun 2003. aku, david, eva, eki, jengkol, fikar, ani Kriya, taufiq kriya. aduh.. yang satunya lupa. Kami diberi tugas KKN di kab batusangkar tak jauh dari kampus kami yang jaraknya 20 Km.


Kami naik bus kampus yang diberi oleh bu Megawati saat itu ia jadi wakil presiden. Kesan aku padanya adalah harumnya tanganku masih terasa selama seminggu setelah bersalaman dengan dia di gedung pertunjukan Hoerijah Adam. Satu gedung pertunjukan terbaik di asean pada tahun 1999. info itu dari senior-senior kami.


Pertama kali kami diberi sambutan oleh wakil bupati batusangkar, kata-kata yang aku ingat adalah mengabdilah di kab batusangkar, orang batusangkar lembut-lembut. Di bukittinggi simbolnya adalah warna kuning, merah di daerah pariaman sedangkan di batusangkar simbolnya berwarna hitam simbol kerajaan.


Setelah kami diberi arahan oleh wakil bupati kami berpencar sesuai daerah KKN kami. Seperti aku bilang aku dan teman-teman berada di Kanagarian Pagaruyung 1 Km menuju situs wisata Rumah Gadang di Pagaruyung. Kami ditempatkan di surau yang tak ada orang shalat lagi. Surau itu milik pribadi seorang nenek yang masih hidup yang tinggal di surau itu. Mendaki kira-kira 1 km adalah tempat ngantornya wali nagari, aduh... lupa nama wali nagari tu.. pak wali punya motor plat merah honda win. Sekretaris seorang ibu muda dengan mobil sedan th 70-an. Seorang ketua pemberdayaan masyarakat bapak pns kerjanya di kantor bupati mobil carry plat merah.


Tiap hari kami wajib absen di kantor itu berjalan kaki dan sebagian piket menjaga tempat tinggal kami. Tempat tinggal kami yang laki-laki di surau dan yang perempuan di rumah nenek. Kami mandi di sungai sekitar 100 meter jaraknya. Sedangkan perempuan di rumah nenek.trus makan bersama disurau.


Suatu hari kami diundang ke sekolah dasar untuk rapat persiapan hari kemerdekaan Indonesia. Kami yang KKN ditunjuk sebagai pembantu dalam kepanitiaan. Ada lomba panjat pinang, sepak bola, bola voli, tarik tambang di dekat kelapa yang berbekas lilitan ular besar. Syukur seluruh acara dapat kami laksanakan dengan baik.


Cerita yang menarik saat kami sedang susah transportasi dalam kegiatan kemerdekaan, ada 2 orang pemuda yang satu berpenampilan biasa-biasa saja yang satu preman. Si biasa agen cabe punya mobil pick up, yang preman bekas tentara berbadan tinggi dan tegap punya keanehan tiap bulan purnama haus darah ayam. Ngeri kalau berteman dengan preman itu. Dengan mereka berdua kami dibantu dalam beberapa kesulitan.


Aku adalah orang berbahagia saat itu karena dengan dua pemuda ini aku diperkenalkan pada bukit di pagaruyung dan diperkenalkan pada air panas yang letaknya kira-kira 15 km dari pagaruyung. Disaat teman-temanku mendapat hukuman atas kesalahan temanku, aku tak pernah dihukum seperti dimasukkan dalam kolam, push up 100 kali. Satu kebahagiaan ku lagi adalah aku dipercaya dan dimanfaatkan tenagaku dan skill ku oleh orang-orang desa.


Cerita unik yang lain adalah temanku yang tak kusebutkan namanya itu, pacaran dengan anak sd tempat memberi ilmu sama anak sd itu.


Monday, March 28, 2011

keberhasilan siswa dan kemampuannya

Kemampuan siswa terhadap seni musik


Berdasarkan data siswa kelas x.bilingual sampai dengan kelas x.6 yaitu ada tujuh kelas, siswa yang berhasil dalam pembelajaran mata pelajaran ini adalah sebanyak 73 siswa dari jumlah keseluruhan siswa kelas x yaitu sebanyak 239 siswa

dari data tersebut pada persentase berjumlah: 31%. atau 69% adalah siswa yang gagal dalam pelajaran seni musik bidang solfegio.


Dalam diskusi-diskusi suatu forum tentang penilaian, bahwa guru dikatakan berhasil mengajar adalah 75%. kalau teori ini digunakan, aduh... aku belum berhasil. Atau siswaku perlu di survei keinginan dan kemauan serta kontrol belajarnya seperti apa ya...


Friday, March 25, 2011

Tekhik tanpa konflik dan perkelahian


Tips menghindari perkelahian/konflik


saat kita menghadapi masalah komunikasi alias misscomunication, banyak terjadi kesalahan pesan yang dimaknai oleh komunikan. Sehingga muncul batu api konflik yang berujung pada perkelahian.


Apa akibat perkelahian? Tidak kompak.

Apa akibat tidak kompak? Tidak tercapai tujuan organisasi

bagaimana dengan organisasi? Organisasi itu banyak genrenya: organisasi formal dan organisasi non formal.


Sehingga mau tak mau kita sebagai manusia hidup dalam kedua organisasi tersebut. Maukah anda, kita hidup dalam organisasi yang hancur? Jawabannya yang normal adalah tentu tidak.


Kembali ke judul.

Untuk mengoptimalkan pertemanan, organisasi dan tujuan apa yang dicita-citakan perlu tindakan aktif sebagai berikut:

  1. sadari bahwa ada konflik pada saat komunikasi

  2. bicarakan bahwa terjadi konflik dan tukar topik

  3. bicara dengan jelas dan tidak menyinggung perasaan

  4. sadari bahwa tanpa teman, kita tidak dapat berbuat apa-apa

  5. munculkan rasa cinta dan rindu

  6. bangun sebuah organisasi dan bangun mutu agar bisa bersaing

  7. bayangkan organisasi anda menjadi juara dan terbaik

  8. impikan hidup dalam kedamaian dan ketegasan

  9. impikan perdamaian itu adalah keindahan

  10. katakan: walau bagaimanapun AKU TAK MAU BERKELAHI, KARENA MENANG JADI ARANG KALAH JADI ABU!


Prestasi Terhebat siswa di Solfegio Melodi


Prestasi hebat siswaku


nilai seni musik bagi siswa hebat, untuk mereka diberi nilai 100*


Kls X.1 (21.maret.2011)

  • Ardian

  • Rafi

  • Lauren

  • M. Fajar


Kls X.2 (21.maret.2011)

  • Nursyaidah

  • Ekis


Kls X.3 (22.Maret. 2011)

  • Elleni

  • Wiweko

  • Hafiz


Kls X.4 (22.Maret. 2011)

  • Satriadi

  • Indri

  • M. Faizul


Kls X.5 (23.Maret.2011)

  • Sintia

  • Dina

  • Retti

  • Rona

  • Siska

  • Ferdika


Kls X.6 (23.Maret.2011)

  • Nurliana

  • Elva

  • Putra

  • Febriani


Kls Billingual (24.Maret.2011)

  • Bekti

  • Dwi Ayu

  • Nabila K

  • Budi


*nilai 100 adalah nilai perolehan pada saat belajar dan diakumulasikan tiap perolehan


Thursday, March 24, 2011

Menerima dari siswa itu berat

Menerima dari siswa itu berat


Pada tengah bulan February 2011, Ns siswaku minta izin ikut lomba MTQ se karyawan perusahaan ternama di Riau. Pulang dari situ dia kabari aku dia juara III, aku turut bangga karena mendapatkan kabar baik itu.


Pada saat belajar jam pelajaran aku, abis jadwal Ns memberikan bingkisan. Pak, ini dari Mama. aku jawab terima kasih.


Pada tanggal tujuh maret 2011, Ns tak datang pada jam aku, dalam pikiran sudah jelek aja. Biasanya Ns selalu beri kabar kalau tidak datang. Apa karena sudah beri bingkisan kemudian anggap remeh.


Lain lagi cerita Kh. Siswa hitam manis pengurus keuangan. Paling sering memberi bingkisan berupa kue. Kalau tak salah sudah 3 kali. Tapi pada saat aku memberikan point kesalahan yang aku masukkan dalam buku catatan, sejak itu Kh kurang ramah dan kurang bersahabat.



Lain lagi cerita aku minta tolong...


pada saat kemarin aku mau membantu adik sepupuku untuk bekerja di PT Wr, mau tak mau aku manfaatkan jasa siswaku bernama Qa, kabarnya bapak Qa orang sukses di PT Wr. Semoga tidak mempersulit dalam menerima tenaga kerja. Itulah doaku.


Saat kuberikan surat lamaran.. ada rasa rendah diri tapi tetap berharap. Qa berkata: Insya Allah ya Pak..

ya jawabku dan terimakasih.


Semua cerita di atas dan semua perlakuan itu akhirnya bermuara kepada nilai dan sikap yang diterima di raportnya. Bagaimana komunikasi saling menguntungkan ini berlangsung? Apakah ini bukan politik balas budi seperti yang dibuat Belanda di Indonesia.


Apa yang ku minta adalah pada saat pertolongan kemanusiaan, tolonglah. Pada saat kebenaran harus ditegakkan. Tegakkan semampu iman. Pada saat ketegasan harus ada, jangan pura-pura tak tahu.



Jam 2.20 di laptopku yang baru ganti hardisk

di Bukit Timah Km 3 dumai-riau




Thursday, March 3, 2011

2 pilihan untuk institusiku

aku bicara soal peraturan sekolahku yang sudah lama terabaikan. mengapa aku tertarik membicarakan peraturan? karena jantung sekolah itu terletak dari komitmen dan konsekwensi menjalankan peraturan.

membicarakan peraturan berarti juga membicarakan pengatur. menurut kamus besar bahasa indonesia (KBBI), peraturan adalah tataan (petunjuk, kaidah, ketentuan) yg dibuat untuk mengatur. sementara pengatur adalah orang (badan dsb) yg mengatur; alat untuk mengatur.

dalam sekolahku yang pengatur tentu guru dan tenaga kependidikan. sementara itu yang diatur adalah siswa kemudian yang diikat dalam buku kum (kredit) jika pada point tertentu terpenuhi maka siswa dengan kebijakan kepala sekolah siswa dikeluarkan. di sekolahku poin kum max 30. pertanyaannya bagaimana nasib peraturan dan bagaimana dengan jumlah 30?

apa yang ku lihat dan ku alami adalah sebagian peraturan secara sepakat dalam bentuk tak tertulis sudah diabaikan seperti membawa hp kamera atau hp memori, ikat pinggang, baju kaos oblong warna putih, baju dikeluarkan, sepatu warna hitam kain, mojok atau berpacaran di sekolah.

(antara M.H dan F di atas tangga tgl 2 maret, jam 3 sore)

ada lagi uniknya pada saat kum siswa sudah mencapai 30 atau bahkan lebih, wali kelas mewanti-wanti untuk minta dihapus sebagian point dibuku kum nya. dengan alasan siswa tersebut bersikap baik. apakah menjadi ukuran maaf bagi siswa model itu? atau dalam menegakkan peraturan mengenal istilah maaf? kalau begitu buat aja kesalahan terus minta maaf, buat lagi minta maaf lagi. bagaimana?

menurutku jika peraturan sudah diabaikan itu artinya pemerkosaan institusi, mengkuliti tubuh institusi, kehilangan wibawa institusi, mati surinya institusi, cantik diluar hancur di dalam.

jika institusi mengabaikan peraturan atau sekolah anda terjadi seperti itu ada baiknya menyadarkan kepala sekolah untuk berbuat tegas. bayangkan jika sekolah itu kapal. melihat penumpangnya sembrono dan tidak mengikuti peraturan di kapal... jelas akibatnya kapal itu tenggelam. kematian yang dialami. itu artinya sesungguhnya sekolahku saat itu dalam kematian.

ada 2 pilihan untuk sekolahku:
  1. jadikan sekolah bebas sehingga output yang diharapkan konsep berpikirnya saja
  2. jadikan sekolah tertib seperti disiplinnya militer (bukan prilaku militernya tapi metode disiplinnya)
mari buka mata, mari buka telinga, mari buka hati demi bangsa Indonesia yang lebih baik. bravo ketegasan dan kebenaran!