Monday, October 10, 2016

guru berhasil: guru dulu atau guru sekarang?

tak ada yang ribut, tak ada yang tak ada berjalan-jalan dan perhatikan ke depan. demikian guru di sekolah bukit timah di negeri ini bukan  bukit timah di Singapura. semua senyap tak ada kegiatan lain. selain memperhatikan ke depan dan memperhatikan guru di depan. namun yang namanya anak Sekolah Dasar atau sifat anak-anak yang telah ditakdirkan tuhan selalu saja lupa perintah gurunya. mau tak mau murid-murid dapat hukumannya. sebuah penggaris kayu dengan lebar 6 cm dan panjang 60 cm dipukulkan ke telapak tangan siswa yang melanggar aturan dari guru.

itulah kejadian 26 tahun lalu. jika dibandingkan terasa kejam cara mengajar zaman dahulu. anak-anak takut melihat guru, takut berbuat salah bahkan saking takutnya sering belajar untuk menghindarkan dari hukuman yang akan diberikan oleh gurunya. hari ini guru berikan tugas menghafal perkalian, penambahan, pembagian, menghafal propinsi dan ibu kota propinsi, menghafal Undang-undang Dasar 1945, menghafal pancasila. menghafal pidato dan lain-lain mengenai pelajaran di sekolah. sekali lagi begitu menakutkan dan menjadi rajin siswa zaman dahulu dan tidak ada siswa seperti sekarang yang bisa bercanda dan bermain dengan guru.

jarang guru zaman dulu yang terdengar dilaporkan karena memukul siswa, jika siswa melapor kepada orang tuanya bahkan siswa mendapat tambahan hukuman di rumah oleh orang tua. mengapa demikian? karena orang tua malu mendapat laporan seperti itu, itu sebagai tanda orang tua tak pandai mendidik anak di rumah, tak diajarkan sopan santun di rumah. zaman di tahun 1980 sampai dengan 1999 tak ada siswa melapor kepada orang tuanya karena dipukul guru atau karena di hukum guru.

bersambung...

No comments:

Post a Comment