Wednesday, June 8, 2011

Dumai Berduka

aku terima bangun pagi jam 5, saat akan berangkat kerja jam 6, aku lihat di hp ada panggilan tak terjawab dari Pak Rahmat yang dulu pernah di SMA Negeri 1 Dumai kini bekerja di SMA Negeri 3 pada jam 01.01

kemudian masih di HP, aku lihat sms beliau jam 01.02 di hp ku isinya adalah sebagai berikut:
"Aslkum... pak zul... tia nova sman 1 n ibunya td meninggal dunia kena bunuh di rumahna.. di jl said saleh 1 dkat rumah aku."

aku hubungi pak Rahmat ternyata tak diangkat, setelah ketemu di sma n 1 dumai, jawabannya adalah sedang mandi jadi tak bisa komunikasi.

sampai di SMA Negeri 1 Dumai, aku letakkan sepeda motor dan menulis pengumuman:

info duka
telah meninggal dunia akibat dibunuh
a.n tia nova, x.5 dan ibunda tadi malam
sumber: pak rahmat guru sma n 3
ditulis oleh
zulkarnaen

selesai menulis pengumuman aku menunggu bus menuju kecamatan pinggir kabupaten bengkalis yang lamanya 3 jam lebih kurang sambil aku menulis sms ke wakahumas:
"ass. bu. izin tak upc krn antar surat sakit istri ke pinggir. ini ada sms duka sumber pak rahmat sma 3:Aslkum... pak zul... tia nova sman 1 n ibunya td meninggal dunia kena bunuh di rumahna.. di jl said saleh 1 dkat rumah aku."

namun saat aku menunggu aku lihat pak rahmat menunggu di depan pagar sekolah. aku panggil beliau karena tak melihat kuhampiri dan kutanyakan: pak rahmat disini mau menyampaikan informasi tentang sms yang bapak kirim ya?
ya, jawab beliau.
"kalau begitu tak usah pak rahmat pikirkan karena sudah ku tulis informasinya di white board. kebetulan bus tak lewat aku mau susul bus di simpang perwira." kata ku.

dalam perjalanan menuju simpang perwira aku tanya apa sebetulnya terjadi. jawaban pak rahmat hanya singkat:
ada perampokan awalnya dia bertamu, trus jam sebelas malam (5 juni) polisi sudah datang dan rumah tkp jadi ramai. anak dan ibunya meninggal kena gorok. bapaknya baru pulang dari surabaya main golf. ya orang kaya.. olahraganya golf sama tu.. tia di fbnya pernah aku nampak foto sedang main golf.

aku tanya kira-kira apa masalahnya ya mat? tak tahu lah pak zul. tetangga mereka tak ada yang curiga karena siang itu orang bertamu. tapi orang sudah curiga karena sorenya lampu-lampu di rumahnya sudah hidup.

saatnya aku sampai di simpang perwira. terimakasih pak rahmat, hati-hati. dan kemudian aku naik bus batang kampar sebuah bus 2/4. di dalam bus aku ketemu dengan kepala sekolah sd yang bertugas sejak 1984 di Duri 13 yang ternyata anak beliau kerja di TU SMP negeri tempat istriku bekerja sebelum menjadi cpns kab bengkalis. sampai aku di pinggir jam 10 agak telat karena berhenti di kota duri mencari alamat pelanggan yang mau ke kota jambi. seorang perempuan duduk disampingku manis dan bertato di lengannya. sampai di pinggir aku naik ojek, pesanku dengan tukang ojek: bang tunggu aja sebentar karena aku sebentar saja antar surat sakit ini. kelar semua urusan di kecamatan pinggir kemudian aku pulang, sampai di pasar pinggir aku duduk di kedai kopi karena tenggorokanku kering dan lidahku terasa lain. cerita dengan penjaga kedai ternyata kisah hidupnya lain lagi: tempat tinggal sering digusur 3 kali di jakarta.

kini aku menunggu bus ke Dumai. di bus IMI dari jambi saatnya jam 11.14 dan sampai jam 13.20. aku menghabiskan uang Rp.45.000 pulang pergi lumayan uang segitu, uang itu dihabiskan istriku untuk sampai ke SMP negeri 12 pinggir.

di sekolah ku lihat tak ada orang yang ada di depan mataku sepasang siswa sedang latihan menari, kata yang satu: bapak tak dari tempat rumah duka? aku jawab: bapak dari duri, dan kemudian aku pulang dengan motor kharisma 2004.
***

hari ini pagi selasa, di lobi sekolah rekan kerja sedang membaca koran tentang kematian tia nova kelas x.5, ada sekitar 5 orang ibu-ibu diantarnya wakahumas. setelah ku letakkan tas di mejaku yang letaknya paling depan pintu ku hampiri waka humas.
"bu.. maaf ya kami belum minta izin menulis pengumuman."
"ga pa-pa, bapak lebih dulu dapat informasi ya.."

sesingkat mungkin dari koran:
kematian Tia kelas x.5 dan ibunda setelah diperkosa kemudian dibunuh diduga masalah keluarga mereka berkaitan dengan sengketa tanah.

No comments:

Post a Comment