Saturday, March 28, 2015

sedikit kehidupan saya


Tentang saya

Nama saya Zulkarnaen dipanggil Ijul saat sekolah dasar , zul saat di sekolah menengah pertama, naen saat Sekolah menengah atas, een di kampus. saya orang biasa terlahir di kota tiku kecamatan tanjung mutiara, kabupaten agam, propinsi sumatera barat. waktu itu 30 April 1981 sebulan setelahnya saya dibawa ke kota Dumai, propinsi riau karena orang tua saya sudah ada di kota dumai sejak 1979.

Sampai usia 4 tahun kami tinggal di jalan bintan. Tahun 1984 - 1995 kami tinggal di kelurahan bukittimah satu kelurahan yang sepi, tahun pertama kami tinggal disini jalan belum diaspal. Listrik PLN belum ada. Angkutan kota ke bukittimah  namanya Kopandu berwarna kuning. pintu masuknya dari belakang. Di sini saya sekolah nama sekolah saya SDN 016 Bukittimah tiga kilometer dari rumah; berjalan kaki selama 6 tahun. Sesekali saya dibonceng pak supardi, bapaknya temanku Sopingi, kadang-kadang dibonceng juga oleh bapaknya temanku Santi. Dan bapaknya Lina. Setelah kelas 4 sampai kelas 6 kami bahkan tak pernah dibonceng lebih suka jalan kaki sambil mendengarkan cerita teman.

Tinggal di kota kembali di jalan rajawali pada tahun 1995 tak jauh dari pasar pulau kelapa. Rumah kayu tua miring ke kakanan. Berdekatan dengan rental combo band. Setiap pulang sekolah saya melihat orang-orang latihan combo band.

Dua tahun kemudian kami pindah ke pasar kelapa sekitar 200 meter dari jalan rajawali. Tempat amak, abak dan elok berdagang. Disini lingkungan lumayang keras, dan berbahaya. Tempat remaja kurang  melakukan kegiatan positif. Banyak remajanya yang berhenti sekolah karena pengaruh lingkungan. Kasus pembunuhan, pencurian, perkelahian antar kelompok kecil. Kadang-kadang ada juga kasus narkoba. Kami tinggal disini sampai tahun 2000. Tahun berikutnya kami tinggal di jalan bumi ayu kelurahan bumi ayu.

saya jarang berada di bumi ayu karena tiap liburan semester dari kampus  STSI Padang Panjang barulah saya ke dumai di kelurahan bumi ayu. Di padang panjang saya diajarkan oleh dosen ilmu teori music yaitu tentang pola ritem / panjang pendek bunyi. Tentang nada / tinggi rendahnya bunyi. Melodi / susunan nada dari datar, tinggi rendah, dan kromatis nada. Tangga nada mayor dan minor. Teori music juga cara memahami bagaimana penempatan suara manusia dengan instrument sehingga diperlukan transfuse nada. Untuk itu kami diajarkan tangga nada natural, tangga nada 1,2,3,4,5,6,7 kress,  dan tangga nada 1,2,3,4,5,6,7 mol. Kami diajarkan bagaimana tangga nada natural menjadi 1 kress. Bagaimana tangga nada C menjadi tangga nada F dan sebagainya. Kami diajarkan pula bagaimana membunyikan notasi 4 ketukan sampai seperempat ketukan, begitu yang sering diajarkan dalam teori music berbentuk toge atau notasi balok.

Selain teori music kami diajarkan pula kuliah umum waktu itu budaya dasar, agama islam, social dasar, bahasa Indonesia, bahasa itali, tambo minang kabau, pendidikan pancasila. Sedangkan pelajaran/kuliah yang menantang adalah solfegio / dikte nada. Dosen membunyikan nada kami yang menuliskan di buku music yang bergaris lima. Ada lagi kuliah harmoni. Kami mencari teman-teman nada yang tunggal dari tangga nada, kemudian dicarikan bagaimana balikannya. Bagaimana supaya tidak melakukan dalam larangan harmoni. Tidak boleh parallel horizontal dan sebagainya.

Saya masih ingat pula kenangan belajar di padangpanjang yang tak jauh dari bukittinggi sekitar 19 KM. dari bumi ayu ke bagan besar ujung. Masih ingat tentang kuliah menantang lainnya: kontrapung yaitu ilmu memberikan perlawanan pada nada nada yang dibuat composer/pembuat karya music. Misalkan ada nada satu ketukan dalam melodi dibuat lawannya menjadi notasi setengah dua kali. Atau nada yang dua ketukan dibuat menjadi empat kali notasi setengah. Bisa juga notasi satu ketukan menjadi dua notasi untuk lawan notasi dua ketukan. Selain mata kuliah teori yang menantang tersebut ilmu music praktik yang saya dapatkan dari kampus seni ini adalah gitar satu semester yang dipelajari tentang gitar klasik baik solo, duet maupun ansambel. Piano satu semester, perkusi bernada enam semester, aransemen music sekolah enam semester, koor (vocal grup dan atau paduan suara) itu dua semester.

Puji syukur selama di kampus saya mendapatkan beasiswa sampai tamat di tahun 2004 agustus dan di wisuda desember 2004. Semestinya saya berada disini tahun 1999-2003 namun karena ada masalah rumit terpaksa menambah satu semester lagi. Maka tertinggallah saya dari teman –teman saya acep taryana dari bandung dan hasuburan alias ucok orang bukittinggi asal tapanuli.

Belajar waktu itu asyik karena persaingan nilai murni. Sehingga mendapatkan beasiswa prestasi itu amat membanggakan sedangkan beasiswa supersemar sedikit membanggakan. Beasiswa prestasi yang mendapatkan indeks prestasi 3 sampai 4 sedangkan beasiswa supersemar bagi mahasiswa yang mendapatkan indeks prestasi 2,75 sampai 2,99.Namun dari awal masuk sampai tamat saya tak melepaskan beasiswa kedua model tersebut.

Tamat kuliah langsung ambil akta empat karena dinas seni dan pariwisata kota dumai waktu itu berada di jalan tenaga kota dumai. Sekarang di jalang Soebrantas -  kutemui tak menerima untuk bisa bekerja. Ternyata waktu itu sekitar tahun 2003 akhir banyak diisi oleh pegawai yang dimutasikan dan pendidikan akhir mereka bukan dari seni dan bukan pula yang tamatan sekolah pariwisata, perhotelan. Banyak yang tamatan s.sos atau sarjana sosiologi. Saya kuliah singkat di pekanbaru untuk mengambil izin mengajar.

Mengajar bukanlah pelarian namun untuk tetap bisa memberdayakan ilmu pengetahuan serta praktik yang didapat dari sekolah tinggi seni indonesi (STSI padangpanjang). Untuk itu diakhir akta empat saya dibawa oleh senior kampus untuk ikut sanggar dekat tempat tinggal di belakang pelabuhan udara bandara sultan syarif kasim. Sanggar tersebut punya distributor pupuk sriwijaya dipekanbaru. Ciri khas sanggar kami talempong minang kabau dan lengkap bansi, talempong dan gendangnya. Menarik untuk dijalani karena selama di kampus saya sering memakai instrument music barat, tiba-tiba di praktik lapangan dihadapkan pada tradisi minang kabau.

Sambil mempelajari sedikit tentang music minang kabau di sanggar, yang rumahnya mewah itu, saya mencari kerja ke radio sebagai kerja yang pernah di lakukan sewaktu sekolah menengah atas. Gagal tak satu pun menerima. Kemudian di sekolah menengah pertama milik tentara saya diterima Setelah melewati test. Namun karena mendengar gajinya tak memuaskan sambil melamar pula ke mts dan man model pekanbaru saya disuruh melihat-lihat dulu kegiatannya mungkin jika pun mau paling menjadi pelatih drum band di Mts dekat Madrasah aliyah negeri MODEL di pekanbaru. Dalam ini saya membuat karya music aransemen jagalah hati yang sering dinyanyikan oleh aa gim. Seorang ustaz terkenal di negeri ini.

Seminggu mau tamat dari akta empat saya di terima di sekolah juwita pekanbaru. Sekolah tempat orang kaya, orang cina kalau tak salah cabang dari singapura. Sehingga kurikulumnya di adopsi dari singapura. Banyak buku-bukunya berbahasa inggris. Sekolah juwita menawarkan dengan gaji pertama seorang honorer yang relative tinggi waktu itu Rp. 800.000.

Tak lama saya berada di sekolah ini karena ada permintaan sekolah untuk menjadi guru tari, saya memilih berhenti dari pada mengajarkan apa yang tidak pernah saya alami dan pelajari.

Berkat nama besar sanggar dan distributor pada bank terkenal di Indonesia. Akhirnya ku sodorkan lamaran kerja pada salah satu karyawan yang tinggal dalam sanggar dan distributor yang rumahnya megah itu. Karyawan itu selalu menggunanakan motor besar ke bank nya atau dengan menggunakan mobil sedan terkenal ke tempat kerjanya.

Saya diterima kerja di bank meskipun hasil binaan bank yaitu Swamitra. Saya pilih swamitra dumai jalan baru. Meskipun berbadan koperasi namun cara kerja swamitra sama dengan bank yang diperuntukkan bagi masyarakat menengah ke bawah. Di sinilah saya bekerja sebelum menjadi guru bantu propinsi dan guru pegawai negeri sipil.

Dengan bangga saya dari pekanbaru ke kota dibesarkan pulang dengan senang berkumpul dengan amak, abak, uni dan adiak di kota terlama administrative di dunia. Lebih 19 tahun. Kami berkumpul dan bekerja di kota dumai. Saya bekerja di bank kecil kecilan tak jauh dari rumah sekitar 3 km. ini adalah masa percobaan. Sebelum dari itu saya diberi pelatihan dasar di hotel dekat setia budi pekanbaru. tiga  minggu masa percobaan berakhir saya diberi tahu oleh mantan pegawai di sini. Bahwa saat ini peluang menjadi guru  yang digaji oleh pemda lebih besar uangnya dari pada di sini.

Dari media terbesar di propinsi riau ini saya mendapat info lengkap yang sebelumnya di infokan oleh mantan pegawai Swamitra. Kemudian saya melamar ke alamat yang dituju untuk menjadi calon guru bantu propinsi Riau. Seminggu sebelum masa percobaan berakhir saya di terima menjadi guru bantu propinsi riau tertanggal surat keputusannya 1 juli 2005 di Sekolah menengah pertama negeri binaan khusus yang punya kelebihan basic komite, uang binaan khusus, ditambah dengan gaji dari propinsi RP. 700.000. maka sebagai guru bantu propinsi dan guru di Sekolah menengah pertama negeri binaan khusus saya mendapat gaji yang relative lebih dari swamitra waktu itu. Maaf ya.. swamitra bukan saya mengecilkanmu tapi saya berpikir realita namun saya berterimakasih kepada swamitra bukopin telah membuka jalan mendapatkan info dari sini.

Bulan nopember saya bekerja di sekolah menengah pertama binaan khusus kota dumai. Info itu atas desakan pertanyaan oleh bu neli guru SD labour housing jalan sultan syarif kasim. Beliau adalah ibu dari teman ku midi. Abang dari agus teman yang jumpa waktu dia main keybord jalan ombak dekat jembatan. Waktu itu tahun 1997 saya berteman dengan bambang teman di jalan rajawali dia seorang pandai stiker mobil/kaca film. Waktu bosnya buat pesta saya diundangnya dan berteman dengan agus pemain keyboard/organ tunggal.

Bu neli, terimakasih atas desakan supaya bertanya ke temannya di jalan belimbing kapan ambil surat tugas. Setelah saya Tanya lengkap besoknya langsung ke dinas pendidikan untuk mengambil surat yang isinya surat bertugas tertanggal 1 juli 2005.

Sekolah menengah pertama binaan khusus kota dumai sangat disiplin, loyal pada pegawainya dan guru. Semua orang senang

Bersambung..




No comments:

Post a Comment