Thursday, January 28, 2016

Liburan: Dumai - Batam-Singapura-Johor Bahru-Kuala Lumpur-Melaka

Liburan: Batam-Singapura-Johor Bahru-Kuala Lumpur-Melaka

Kami dari Dumai, kota Madya di propinsi Riau, kota industry: ada pengolahan minyak sawit dan pengolahan minyak bumi yang menghasilkan gas, avtur, pertamax plus, pertalite, premium, solar dan minyak tanah. Untuk mengetahui posisi Dumai sila lihat di internet, Google dan lain-lain.  Liburan Kami bermula  hari kamis tanggal 24 Desember 2015 dan berakhir hari Selasa 29 Desember 2015. Dari kota Dumai menuju kota Batam, Singapura, Johor Bahru, Kuala Lumpur dan Melaka.

Batam
Kami berangkat dari Dumai pukul 7 pagi dengan boat Dumai Line tiket seharga 370 ribu rupiah per orang. Sampai  di kapal dumai line kami sekeluarga  membeli sarapan pagi  seharga 10 ribu per bungkus. Tiba bengkalis selama 2 jam, kapal berhenti sejenak menurunkan penumpang tujuan Bengkalis. Boat bergerak kembali menuju tempat persinggahan berikutnya yaitu Selat Panjang. Selama perjalanan kami belanja makanan seperti roti, pop mie, kerupuk dan minuman teh botol sekira 70 ribu.
Penumpang Selat Panjang turun, sekarang kapal akan bergerak menuju ke Tanjung Balai Karimun, singgah sebentar artinya boat akan menuju Pulau Batam. Kami sampai di pulau Batam jam 2.30 siang, namun urusan bongkar muat tas di boat memakan waktu setengah jam pula. Jadi kami sampai di depan pintu pelabuhan Sekupang Batam sekitar jam 15.00 Waktu Batam. Sebelum kami bercerita tentang liburan di Batam kami Ingin menyampaikan bahwa perjalanan dari Dumai ke Bengkalis 2 jam, Bengkalis ke Selat Panjang 2 jam, Selat Panjang ke Tanjung Balai Karimun 2 jam dan dari Balai Karimun ke Batam selama 1 setengah Jam, jadi total perjalanan kami dari Dumai ke Batam 7,5 jam.
Di depan gerbang pelabuhan Sekupang Batam, kami di jemput oleh Andeh Mawar dengan mobil sedan tua. Keadaan sangat macet karena aktifitas keluar masuk pelabuhan yang saat itu orang-orang banyak turun dari boat. Diperkirakan satu boat terdiri dari 300 lebih penumpang. Sehingga sekali keluar dari boat membuat macet jalanan sekitar pelabuhan. Andeh Mawar membawa kami ke rumahnya di kelurahan Tiban Baru Kecamatan Sekupang,  perumahan (sensor) Block (sensor) No (sensor). Namun sebelumnya kami dibawa ke rumah makan.
Kami rehat sejenak untuk memulai perjalanan di kota Batam, Riska, Adik Sepupuku sibuk mencari rental mobil supaya kami bisa wisata di kota Batam. Ada sekitar satu jam untuk mencari info tentang mobil rental.  Pilihan ada pada tetangganya pada mobil putih 1000 CC seharga 300 ribu per hari. Kami isi minyak 100 ribu dan esoknya 50 ribu. Perjalanan kami bermula dari Barelang 1, Nagoya dan ocarina. Kami berfoto di sana.
Sekarang  tanggal 25 desember 2015 pagi, kami berangkat ke kampung Vietnam, sekira 33 km dari rumah andeh Mawar. Kampung Vietnam berada setelah jembatan Barelang 5. kami masuk ke kampung Vietnam seharga 20 ribu per orang. Kami berfoto pada situs kemanusiaan UNHCR milik PBB yang mengabadikan nama Tin Nanh, rupanya beliau korban pemerkosaan di lokasi pengungsian orang-orang Vietnam. Kami melanjutkan ke bagian kampung Vietnam lainnya yaitu kuburan para pengungsi Vietnam; yang unik adalah kuburan itu tertulis: wafat tahun 1945. Ternyata sudah terlalu tua cerita kampung Vietnam di kota Batam. Masih di kampung Vietnam, kami berfoto pada 2 buah kapal perahu para pengungsi, dilanjutkan ke museum kampung Vietnam. Luas kampung Vietnam sekira 2 km keliling.
Usai sudah perjalanan wisata kami di kota Batam, saat ini kami menuju ke Negara orang lain yang disebut dengan negeri singa. Pada jam 14.00 Batam, kami membeli tiket lewat calo karena lewat counter resmi harga tiket saat itu mahal, satu orang seharga 235 ribu rupiah, lewat calo kami bisa dapat harga 190 ribu per orang kali 4 orang. Kami belanja pula di sekitar pelabuhan Batam Center  seharga 60 ribu, karena kalau tidak belanja urusan jadi rumit dibuat anak-anak yang kelebihan egoisnya.
Petugas imigrasi memberikan izin dengan cara memberi stempel dan barkode pada form isian yang kami pegang, namun dikesalkan form yang diberikan itu tidak terbaca oleh computer imigrasi Singapura, terpaksa agak lama urusannya karena harus mengisi ulang form secara manual. Pada ruang tunggu di pelabuhan Batam Center  kami melihat di monitor boat mana saja yang sedang aktif, aktif artinya siap-siap untuk masuk boat, di depan monitor ada petugas kapal mengecek tiket yang kami punya.
Dalam boat star1 tas kami disusun dengan rapi, sejajar dengan penumpang di dalam boat yang tersusun seperti di dalam locker tidak sama dengan boat dari Dumai – Batam yang di susun di bagian bawah dari boat, sulitnya saat keluar dari boat, system antre dan tas kita diperlakukan tidak baik.

Singapore
Kami berangkat pukul 15.00 waktu batam dan sampai 17.00 waktu Singapura. Sampai dipelabuhan  Singapura kami disambut oleh kantor Imigrasi Singapura dengan interior megah dan lampu bernilai estetis yang tinggi. Antrean mengular panjang habis waktu sekitar satu jam. Pada saat giliran saya dicek oleh petugas, saya harus mengisi ulang form yang saya terima dari imigrasi di Batam yang tidak pas pada form sehingga computer Imigrasi Singapura tidak bisa membacanya.
Di depan pintu tunggu pelabuhan Singapura sudah ada teman Lombok menunggu. Dengan salam keakrabannya kami di bawa ke train/kereta listrik monorel disingkat MRT. Satu orang kami bayar 2.5 dolar Singapura. Satu kali bayar dengan dua kali naik MRT maka sampailah kami di Jurong East. Kami segera turun dari stasiun membeli makan malam sebungkus 2 dolar Singapura sebanyak 5 bungkus. itu adalah harga makan paling murah di sekitar Jurong East.
Kami dibawa oleh teman Lombok ke Jurong East  13 street. Block (sensor) nomor (sensor) jaraknya sekitar 1 km. di sekitar rumah susunnya kami naik lift, sedikit berjalan kami pun sampai di depan pintu rumahnya. Kami rehat sejenak, mandi sore, makan malam dan diberi petunjuk ke Merlion.
Angkutan yang kami gunakan ke Merlion adalah taxi, untuk memberhentikan taxi kita harus lihat lampu warna hijau di atas mobil taksi tersebut. Sekali jalan kami bayar 21 dolar Singapura. Sekitar 210 ribu rupiah. Kami sampai di Merlion, kami Tanya sama wisatawan Indonesia di mana patung singanya. Eh.. ternyata tidak jauh dari tempat kami bertanya, sedikit langkah menuju “singa”. Kami berfoto, seperti wisatawan asing lainnya yang membludak rame. Apa yang menarik di Merlion dan sekitar sini? Jawabnya adalah Singapura bisa membuat Sungai di depan Merlion menjadi Indah dan bernilai estetika dengan cara penggarapan lampu, perahu dan air.
Di merlion kami beli es krim, antre nya panjang sekitar dua puluh orang mengekor seperti ular. Harga es krim 1.20 dolar. Rasanya muantap tak seperti es krim di tempatku, es krim itu seperti balok kemudian di potong oleh tukang es krim. Kami beli es krim rasa durian dan rasa vanilla, sekali lagi uenak tenan.
Duduk dengan merasakan es krim. sayup ditelinga suara music jaz dengan khas brass alias alat music  tiup logam seperti trumpet, trombone, horn Kemudian kami berjalan menuju pentas pertunjukan tersebut dengan minum air mineral seharga 1.20 dolar. Kami foto pertunjukan sebagai kenangan, dengan cara mematikan blitz pada kamera. Usai menonton konser bigband, kami berjalan agak mendaki menuju gedung teater dengan iklan bahwa pada tanggal 9, 16 januari 2016 ada pertunjukan music orchestra dari Singapore Symphony Orchestra akan tampil di gedung megah ini, di sini pula kami menunggu taksi untuk pulang rehat di jurong east. Kami membayar taksi seharga 21 dolar, sepanjang perjalanan taksi melaju rata-rata 90 km/jam, jalanan sepi namun pada saat lampu merah taksi berhenti dengan sopan, meskipun tidak ada pemakai jalan lainnya.
Malam pada saatnya, namun saya berdiskusi dengan teman Lombok dari yang serius sampai tidak serius. Hasil diskusi tersebut adalah jika orang lain tidak bisa menjadi terbaik, maka kita harus menjadi terbaik bagi orang lain.
Pagi hari tgl 26 Desember 2015 kami ke Orchad, ceritanya symbol Singapore juga setelah merlion. Ini lah pertama kali  kami belajar naik MRT sendiri, seharga 2.5 dolar  sedikit kesalahan namun pulang dari orchad kami sudah bisa naik MRT tanpa kesalahan lagi, termasuk di Malaysia nantinya. Lagi-lagi di orchad kami hanya sanggup membeli es krim dengan antrean mengular, air berwarna dan ber foto di patung sekitar orchad – sebagai symbol modern Singapore.
Usai sudah rencana traveling kami di Singapore meskipun tak jadi ke kebun binatang terbaik di dunia karena alasan waktu dan uang. Kami pulang menuju jurong east dengan MRT tanpa kesalahan cukup dengan 2.5 dolar per orang tanpa kesalahan sampailah kami di jurong east. Di stasiun jurong east kami beli lagi nasi termurah kemarin itu seharga 2 dolar per bungkus. Nasinya seperti nasi uduk atau nasi yang sudah dikasi bumbu, kemudian daging ayam di potong kecil-kecil. Namanya chicken rise-sebanyak 5 bungkus.
Setelah makan siang tanpa di temani teman Lombok yang sedang rehat. Itu pula mungkin alasan bahwa kami diberi kunci pintu sebelum pergi ke orchad. Makan siang kami lahap dan bersiap untuk pergi ke johor. Kami pamitan dengan teman Lombok, di dalam hati saya berdoa: semoga kebaikan anda menjadi tiket ke surga karena sudah memberikan penginapan dan layanan sebagai tuan rumah yang baik pada kami. Amiin.
Berjalan menuju stasiun jurong east tempat bus berjejer sejauh satu kilo meter. Kami mencari bus ke johor yaitu dengan kode cw3 atau cw 4. Nama bus itu  adalah CauseAway Link bus itu berwarna kuning.  Kami membayar kepada petugas di depan tak jauh dari pintu masuk bus seharga 2.5 dolar  asyiknya di negeri Singa, tidak pernah menunggu lama, semuanya tepat waktu. Layanan publiknya tidak pernah mengecewakan kami. Semua ada petunjuk sehingga kalau public membaca tidak ada yang tersesat  dan tidak ada yang mengecewakan.
Di perbatasan kami sampai setengah jam, nama perbatasan Singapore dan Malaysia adalah tuas checkpoint. Pada perbatasan ini kami harus melihatkan paspor kami lagi, sehingga menghabiskan waktu sekitar satu jam lagi. Usai check paspor kami naik bus causeaway link namun tidak persis dengan bus awal, kami cukup menunjukkan tiket, tidak bayar lagi. cukup demikian kami diberi izin naik, sangat mudah sistemnya. Kami melewati jempatan panjang penghubung Singapore dan Malaysia. Tak jauh dari jembatan kami jumpai lagi kantor imigrasi orang Malaysia. Sama persis lebih kurang satu jam kami antre di kantor imigrasi kami ditanya mau kemana? Saya jawab: jalan sekudai. Itu adalah alamat penginapan kami. Setelah di cek oleh petugas imigrasi, kami menunggu bus causeaway link untuk menuju lokasi sekitar penginapan.
Johor Bahru
Setengah jam perjalanan kami sampai di johor bahru, kami mencari taksi berwarna merah, bedanya taksi di sini bisa tawar menawar. Dengan tawaran 30 ringgit kami bisa ke danga bay tak jauh dari rumah sultan johor bahru. Meskipun tawaran taksi itu termasuk tinggi, seharusnya kalau bisa dapat 20 ringgit.
Kami menginap di hotel yang sudah kami bayar lewat biro travel yang sering iklan di tv. Cukup dengan paspor kami sudah dapatkan kunci kamar 205. Dengan menggunakan lift kami sampai di kamar 205, langsung rehat.
Tempat kami menginap ini, dekat dengan kediaman sultan Johor Bahru dan sangat dekat dengan tempat makan terbesar di johor. Kenapa besar? Ukurannya sekitar 90 Meter x 15 M begitu perkiraan saya. Membuat kami kesal karena lama menunggu pesanan yang kita minta. Dari jam 8 malam johor bahru sampai hampir jam 9 malam johor bahru. Tapi soal rasa, sedap dan nikmaaat nasi gorengnya. Kami makan dan minum mahal sedikit sekitar 150 ribu.
Kami berjalan setelah sedikit letih dan sampai pula di tempat penginapan. Nonton, bersosial media dan persiapan jalan di tempat permainan internasional,  kenapa? Jawabannya saya kira pembaca sudah tahu.  Mengapa jadi tujuan tempat bermain kami sekeluarga, jawabnya iklan dari tv Malaysia yang sering kami tonton.
Ini adalah pagi tanggal 27 Desember 2015, kata teman di johor, seorang guru sekolah Indonesia johor dari Bandung dan  dia akan menemani saya ke konsulat untuk melihat sekolah Indonesia johor bahru. Kami  beli tiket legoland dan langsung janjian di terminal di JB Sentral, saya lupa nama terminal itu yang jelas terminalnya rapi dan besar. Banyak bus yang keluar masuk demikianlah terminal ini sibuk dengan kegiatannya.
Setelah kami bertemu dengan teman cikgu itu, kami bincang sedikit. Ternyata kami berubah rencana dari janjian ketemu-konsulat-legoland, menjadi janjian ketemu-legoland-konsulat. Meskipun sangat menyesal dengan perubahan janji itu, apa di kata itu pula rencana yang tak diduga.
Kami naik bus CauseAway Link yang ada tulisannya ke Legoland RM 4 satu orang. Sama cara membayar bus causeaway masukkan uang di tempat khusus kemudian computer membacanya, namun sayang kami harus merelakan uang kami ditelan mesin tiket bus. Kesimpulannya pada mesin uang tiket, sebaiknya gunakan uang pas.
Selama di perjalanan, saya melihat banyak orang asing di dalam bus. Kebetulan ada orang asing yang baik hati memberikan tempat duduknya kepada kami. Membuat aku berbicara dengan orang baik itu. Seorang perempuan cantik berasal dari Beijing, kampungnya 12 jam dari Beijing tempat ia bekerja. Ia bekerja di kantor pemerintahan. Dia berangkat bersama keluarganya delapan orang kalau tak salah, namun di bus itu orang itu hanya bertiga, yang lainnya di hotel. Si cantik cina ini datang jauh-jauh hanya untuk melihat helo kity land di johor bahru.
Bus berhenti di terminal Larkin, helo kity land dan di legoland. Di legoland bus berhenti depan pintu masuk. Dari pintu masuk kami berjalan  sekitar 500 meter,  sejauh itu pula pejalan kaki mendapat teduh dari panas dan hujan. Sepanjang berjalan itu kami melihat reklame dan iklan legoland. Penat berjalan kami disambut oleh counter tiket ada sekitar sepuluh counter tiket kita jumpai.
Permainan pertama adalah waterpark, kami ke ruang ganti pakaian. Lagi-lagi menggunakan system computer untuk membuka dan menutup locker tempat pakaian seharga RM 20. permainan air tingkat keamanannya tinggi, setinggi apapun meluncur sampai dibawah, aman. karena sebelum sampai ke kolamnya, ada 200 cm air yang menyambut. Setelah itu bermain yang lain seperti drive mobil dan drive boat antrenya relative lama. Selama di kawasan legoland yang seluas 310.000 M2 saya berjumpa orang hongkong, Polland, china dan india. Kami juga menonton ninjaGo dari studio legoland. Keren dengan studio 4 dimensi, keren abis! Dari jam 11 menjelang siang waktu johor kami berakhir jam 7 malam johor bahru.
Kami bergegas keluar untuk mendapatkan bus terakhir. Alhasil kami penumpang terakhir yang naik di bus causeaway link.  Di dalam bus kami jumpa orang Indonesia asal medan seorang dosen yang sering menjadi instruktur bagi guru yang akan menerima tunjangan profesi guru. Ibu itu berencana ke universal Singapore. Dalam bus juga saya berkomunikasi dengan kawan sebelah sama-sama berdiri karena bus kepenuhan. Mereka adalah orang Filipina yang tak jauh kampungnya dari kampung petinju dunia Manny Pacquiao.
Kami pulang dari legoland menuju terminal bus larnkin. Terminal bus terdekat dari legoland tempat bus untuk kami mendapatkan bus ke Kuala lumpur. Malam itu juga sekitar jam 8.30 malam kami pesan tiket bus sekitar RM 34, kami cari makan malam yaitu nasi goreng, milo panas, dan minuman dingin. Saat kami membayar makanan ternyata uang ringgit kami habis. Akhirnya di tukar, Alhamdulillah tak jauh dari tempat kami makan. Selesai semua urusan, kami naik bus bertingkat. Wah.. ini lah pertama kali kami naik bus bertingkat. Kami berangkat jam 10.10 malam dengan pelayanan dan keamanan yang memuaskan.
Awalnya kami langsung menuju ke tempat duduk menuju lantai ke dua bus causeaway link. Ternyata tempat duduk kami ada di bawah dekat pintu masuk bagian belakang. Nomor tempat duduk kami D3, D5 dan D6.  Kami duduk dengan tenang dan melepaskan kelelahan perjalanan sepanjang legoland.
Sepanjang perjalanan kami  tidak pernah berhenti sama sekali kecuali  buang air kecil, itu pun sekali. Seperti SPBU di Indonesia, tempat pengisian BBM, namun jauh bedanya. Jarak dari jalan menuju SPBU nya sekitar 300 meter jaraknya. Aman dari kendaraan yang lalu lalang. Di SPBU kami beli buah yang sudah dikupas dimasukkan dalam plastic, kami beli 3 buah. Harganya satu buah 1 ringgit.
Pada pukul 2.30 waktu setempat kami sampai diterminal bus yang megah dan luas. Nama terminalnya TBS (terminal Bersepadu Selatan). Kami rehat dalam terminal yang ber AC, tempat duduk yang banyak, dan tidur di bangku tersebut.
Anak anak kami bermain di TBS karena  puas tidur di dalam bus. Kami belanja di mini market TBS, harganya relative sama dengan harga di kota Dumai. Lumayan juga kami belanja sekitar 60 ribu uang Indonesia. Itu minuman dan beberapa roti.
Saat itu jam 7 setempat, kami akan segera ke KLCC ingin melihat aquaria. Kami titipkan tas di locker bersistem computer. Cara membuka locker itu dengan memasukkan uang Malaysia seharga RM 10. kami ke stasiun kereta tak jauh dari TBS, cukup  dengan jalan kaki. Tanpa kena hujan dan kena panas. Beda tiket kereta di Malaysia dengan Singapore  adalah koin plastic dan kartu seperti kartu atm. Kami pun memasukkan uang ringgit  dan tiket koin plastic pun keluar. Kami harus turun di masjid jamik dan sambung lagi ke KLCC.
Turun dari stasiun KLCC, kami berjalan sekitar 2 km menuju aquaria. Rasanya seperti itu, capek sangat. Agak susah mengigatnya karena persimpangan yang ada sekitar 5 simpang. Saya juga berjumpa iklan Malaysia Philharmonic Orchestra. Namun sayang belum ada pertunjukan. Di sepanjang stasiun banyak yang dijajakan berkategori barang mahal. Begitu pula polisi siap siaga tidak seperti di Singapura- hampir tak ditemukan polisi, yang ada sekuriti dan dapat dihitung dengan satu jari kanan.
Akhirnya kami sampai di Aquaria. Namun masih tutup, kami cari sarapan pagi seharga 280 ringgit. Kami sengaja berlama-lama di resto yang terdekat dari Aquaria karena menunggu waktu buka aquaria jam 10 pagi kuala lumpur. Saat  itu pula kami melihat ragam para pekerja elit Malaysia dengan style nya, mereka berkulit putih, berkulit hitam dan sawo matang. Puas dengan menunggu akhirnya kami putuskan untuk berjalan-jalan di sekitar aquaria sambil menunggu lagi.
Pintu aquaria belum dibuka namun orang sudah mulai antrean, termasuk orang bertanya pada kami – yaitu  orang timur tengah. Kami jawab seadanya tentang berapa tiket masuk. Kalau tak salah tiketnya 60 ringgit. Saat ini kami sedang antrean di depan pintu masuk aquaria. Sekitar setengah jam kami antrean, terasa kaki, lutut sudah mulai lemas akibat berdiri lama dan akumulasi perjalanan kemarin dan barusan tadi pagi.
Pintu Aquaria dibuka untuk umum, kami diberikan brosur kemudian beli tiket, jika rombongan 4 orang maka 3 orang lagi diberika tempat duduk/ruang tunggu sebesar 20 meter x 20 meter. Menunggu sekitar 15 menit, kemudian kami memulai perjalanan ingin tahu kami tentang aquaria bertahap. Dimulai dari melihat ikan kecil, mendengarkan dan merasakan suasana di laut, serta melihat ikan besar di dalam aquarium yang berada di atas kepala kami.
Usai aquria kami ingin melihat petronas menara kembar namun kami tidak sanggup karena fisik sudah terlalu lelah.  Akhirnya di putuskan untuk pulang menuju TBS (terminal bersepadu selatan).  Sampai di TBS pukul 12 siang, kami mengurus  tiket hendak ke Melaka.
Nasib para penumpang yang berjumlah sekitar 1000 orang di TBS yang sedang mengurus tiket tersistem computer ternyata Delay karena masalah server. Kami menunggu dan akhirnya berangkat jam 3 sore dengan tiket satu orang 10 ringgit, bus nya bermerek Delima. Kami sampai di Melaka Sentral jam 5 sore waktu setempat.

Melaka
Menunggu bus di TBS pengalaman baru ku, luas TBS rasanya sama seperti luas bandara penerbangan di Pekanbaru. Jika kita sampai, berada di lantai atas. Jika kita mau berangkat kita berada di lantai satu. Tempat menunggu keberangkatan ada 10 tempat tunggu, Luas sangat bangunan ini.
Naik dengan bus di Malaysia seperti naik bus dari dumai ke pekanbaru sang saat ini berwarna kuning milik perusahaan minyak. Namun masih bagus lagi bus – bus yang ada di Malaysia. Kami tak merasakan jalan seperti dari Kandis ke Minas, apalagi seperti dari Bangkinang ke Bukittinggi. Jalan di Malaysia itu seperti lurus dan tak ada pendakian yang terasa.
Setelah kami sampai di Melaka Sentral, kami rehat sambil makan sore. Dan mencari taksi menuju ke penginapan yang dekat dengan pelabuhan. kami menukar uang Indonesia menjadi uang Malaysia untuk membayar taksi dan untuk kebutuhan selama di Melaka. Taksi kami bayar 25 ringgit dari Melaka sentral ke lokasi sekitar pelabuhan/port klang. Kami sampai penginapan termurah di Melaka yang dekat dengan tempat wisata sejarah dan tak jauh dari port klang atau pelabuhan di Melaka. Kami bayar 72 ringgit hotel termurah mungkin di pelabuhan Melaka itu. Saking capeknya sampai di hotel kami mandi dan langsung rehat.
Jam 7 pagi setempat kami berjalan di sekitar sungai Melaka/ river Malacca. Menuju tempat-tempat bersejarah di Melaka dari museum-museum sampai astana taming sari. Melanjutkan perjalanan kami di Melaka dengan jalan kaki selalu mengitari sungai Melaka kemudian kami ke Port Klang/pelabuhan untuk beli tiket. Istriku urus tiket dan aku pergi panggil taksi menuju hotel untuk ambil seluruh tas dan bawaan. Saya bayar taksi pergi pulang dari kantor pelabuhan sampai ke hotel dan kebali ke pelabuhan bayar 20 ringgit.
Di port klang kami bayar tiket Melaka-dumai seharga 180 ringgit satu orang. Selama di port klang kerja kami sarapan, beli oleh-oleh, cek tiket, bawa barang-barang, scan barang-barang dan stempel passport. Akhirnya sampailah di kapal Malaysia ekspres. Menuju Dumai dari jam 10 setempat atau jam 9 pagi waktu Dumai sampai jam 12 siang waktu Dumai. Ini terlambat karena boat sangat lambat, turbonya tidak berfungsi.
Kami pun sampai di depan pintu pelabuhan Dumai yang ditunggu oleh temanku yang jadi tetanggaku. Bus yang di rekomendasikan adalah CauseAway Link yang berwarna kuning. Namun selalu siapkan uang pas untuk beli tiketnya karena kejadiannya tidak ada uang kembalian di sistemnya. Bus ini direkomendasikan selain murah memberikan potongan harga buat anak-anak.
 Pokoknya aman di negeri Singapura dan di Malaysia. Sampai jumpa lagi jika ada waktu dan umur panjang Singapura dan Malaysia J



No comments:

Post a Comment