Monday, August 19, 2019

Belajar Itu Berat: Orang Tua dan Peranannya Sepulang Kerja




Anak Saya gembira menerima uang saku atau uang pembinaan agar lebih rajin lagi belajar. Setidaknya itu yang dapat diucapkan oleh panitia tingkat Kota Dumai saat memberikan hadiah, piagam dan piala, 3 bulan lalu. Kegiatan yang diadakan oleh satu forum pendidikan membuat anak saya lebih semangat. Itulah harapan saya sebagai orang tua. Tentang kemenangan anak saya yang paling tua ini, seharusnya saya berterimakasih kepada bundanya, karena kegigihan memberikan semangat kepada anak sulung,  si abang yang berumur 10 tahun.

Peran bunda untuk si sulung, dimulai dari rencana memasukkan si sulung untuk belajar tambahan bidang agama. Setiap hari sabtu, minggu, selasa dan kamis sejak tahun 2017, hingga kini tak henti pembelajaran bidang agama dinikmati manfaatnya agar si sulung mendapatkan ilmu agama sebagai pemegang dan kendali bagi akhlaknya.

Sebagai orang tua, tentu rasa bosan pasti ada empat hari tiap minggu mengantarkan si sulung belajar. Saya dalam keadaan lelah karena  baru pulang kerja sudah pergi mengantar si sulung. Jarak tempat kerja ke rumah sekira 12 KM, kemudian mengantarkan si sulung sekira 4 KM. berat memang,  namun sebagai ayah berperan dalam mendukung keinganan bundanya si sulung. Cita-cita bundanya salah satu anaknya, khususnya si sulung untuk bisa menjadi pemimpin bagi dirinya sendiri dibidang agama. Buah dari cita-citanya si sulung juara 1 tingkat Kota Dumai dalam satu perlombaan bidang agama. Hebatnya si sulung memberikan semua uang pembinaan kepada orang tuanya.

Sebagai ayah kepada si sulung, kecuali sebagai tukang antar jemput si sulung,  saya mengecek ulang pelajarannya tiap hari. Bundanya memberikan semangat dan memenuhi permintaan makanannya atau sambal apa yang diinginkan si sulung.  Orang tua berperan dalam kegiatan si sulung. Hingga akhirnya si sulung diikutkan dalam kegiatan lomba tingkat propinsi mewakili Kota Dumai,  meskipun belum juara ditingkat Propinsi, namun semangat belajar,  terus dikobarkan karena juara bukan pilihan, yang menjadi pilihan adalah mendampingi anak dalam keadaan sulit dan senang. Sulit menerima kekalahan senang karena si sulung juara satu di tingkat kota.

#LirerasiKeluarga
#SahabatKeluarga

No comments:

Post a Comment